Tentang Pelaporan

Dokumen

Laporan hasil pengamatan di lapangan merupakan informasi awal yang diperlukan untuk menyusun rencana operasional perlindungan tanaman pangan, tindakan korektif, penyempurnaan kegiatan pengamatan, dan penyediaan sarana pengendalian serta penyusunan program perlindungan tanaman pangan pada periode berikutnya. Laporan perlindungan tanaman pangan dibuat sesuai jadwal yang telah ditentukan dan dikirim ke instansi yang telah ditetapkan secara periodik. Laporan hasil pengamatan yang dilaksanakan oleh POPT-PHP disampaikan kepada Mantri Tani (Mantan) dan instansi vertikal diatasnya untuk ditindaklanjuti.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) menyuluhkan dan menyebarkanluaskan informasi hasil pengamatan POPT-PHP kepada petani sebagai dasar pengambilan keputusan oleh Kelompok Tani. Disamping itu POPT-PHP dan PPL melakukan pembinaan kepada petani dalam operasional pengendalian OPT. Selanjutnya instansi vertikal diatas POPT-PHP menggunakan laporan tersebut sebagai bahan evaluasi keadaan serangan, bahan bagi petugas membimbing petani dalam pengendalian, merencanakan bimbingan dan bantuan serta menyusun Laporan Perlindungan Tanaman Pangan di wilayah kerjanya.

Laporan POPT-PHP yang diterima oleh Mantan diteruskan kepada Camat dan Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten/Kota, dan Diperta Kabupaten/Kota meneruskan laporan tersebut ke Diperta Provinsi. Laporan yang disampaikan oleh Mantan digunakan Camat sebagai dasar pertimbangan untuk menyusun tindakan pengendalian. Sedangkan oleh Diperta Kabupaten/Kota, digunakan untuk pembinaan pelaksanaan pengendalian OPT dan mempertimbangkan bantuan pengendalian kepada petani apabila dinilai sebagai serangan eksplosi.

Koordinator POPT-PHP mengkoordinasikan semua laporan dari POPT-PHP. Laporan yang disampaikan oleh POPT-PHP dari seluruh wilayah pangamatan dalam 1 (satu) kabupaten direkap/dianalisa kemudian dikirim ke Diperta Kabupaten/Kota. Rekap laporan serangan OPT serta laporan lainnya juga dikirimkan oleh koordinator POPT-PHP ke LPHP/LAH dan BPTPH.