Istilah & Batasan

Dokumen

Istilah dan batasan diperlukan untuk memperoleh kesamaan pengertian dalam melaksanakan pengamatan dan menyusun serta membaca laporan perlindungan tanaman pangan. Beberapa istilah dan batasan yang digunakan adalah sebagai berikut:

  1. Pengamatan adalah kegiatan perhitungan dan pengumpulan informasi tentang keadaan populasi atau tingkat serangan OPT, banjir dan dan kekeringan serta faktor-faktor yang mempengaruhinya (varietas, musuh alami, curah hujan, suhu, kecepatan angin dan penyinaran matahari). Pengamatan terdiri dari pengamatan tetap dan pengamatan keliling.
  2. Pengamatan Tetap adalah pengamatan yang dilakukan secara berkala pada lokasi/alat yang tetap mewakili bagian terbesar wilayah pengamatan, meliputi: pengamatan petak tetap, lampu perangkap, dan pengukur curah hujan.
  3. Pengamatan Keliling adalah pengamatan yang dilakukan secara berkala dengan menjelajahi wilayah pengamatan untuk mengetahui keadaan serangan OPT, banjir dan kekeringan, serta informasi tentang penggunaan, peredaran, dan penyimpanan bahan pengendali OPT.
  4. Peramalan OPT adalah kegiatan yang diarahkan untuk mendeteksi atau memprediksi populasi/serangan OPT serta kemungkinan penyebaran dan akibat yang ditimbulkannya dalam ruang dan waktu tertentu.
  5. Pengendalian OPT adalah kegiatan atau upaya untuk mencegah dan menanggulangi serangan OPT terhadap tanaman.
  6. Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggungjawab, dan hak secara penuh oleh pejabat yang berwewenang pada satuan organisasi lingkup pertanian untuk melakukan kegiatan pengendalian OPT.
  7. Pengamat Hama Penyakit (PHP) adalah Pegawai Negeri Sipil dan Non PNS yang diberi tugas dan tanggungjawab oleh pejabat yang berwewenang pada satuan organisasi lingkup pertanian untuk melakukan kegiatan pengendalian OPT di wilayah pengamatan.
  8. Organisame Pengganggu Tanaman (OPT) adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan, atau penyebab kematian tumbuhan.
  9. Musuh Alami adalah semua organisme yang dapat merusak, mengganggu kehidupan atu menyebabkan kematian OPT.
  10. Peringatan Dini adalah laporan kewaspadaan kemungkinan terjadinya serangan OPT karena kecenderungan peningkatan kepadatan populasi atau tingkat serangan.
  11. Tanaman Terserang adalah tanaman yang mengalami kerusakan karena serangan OPT pada tingkat populasi dan/atau intensitas serangan tertentu sesuai dengan jenis OPTnya.
  12. Luas Serangan adalah luas areal tanaman terserang OPT yang dinyatakan dalam hektar.
  13. Intensitas Serangan adalah tingkat serangan atau tingkat kerusakan tanaman yang disebabkan oleh OPT yang dinyatakan secara kuantitatif (dalam persentase).
  14. Intensitas Tertimbang adalah hasil perhitungan dari luas sisa serangan dikali intensitas serangan ditambah luas tambah serangan dikali intensitas serangan terhadap jumlah luas sisa serangan dan luas tambah serangan pada kategori serangan yang sama.
  15. Kepadatan Populasi OPT adalah keadaan yang menunjukkan jumlah populsai OPT yang menempati area dalam kurun waktu tertentu.
  16. Sumber Serangan adalah areal pertanaman yang telah menunjukkan adanya serangan OPT dan berpotensi menyebar ke areal pertanaman yang lain.
  17. Luas Sembuh OPT adalah berkurangnya luas serangan OPT (standing crop/tegakan) dibandingkan luas serangan periode sebelumnya sebagai hasil tindakan pengendalian. Tanaman yang terserang OPTdinyatakan sembuh apabila jumlah populasi atau tingkat serangan menurun dibawah ambang pengendalian yang dinyatakan dalam hektar.
  18. Luas Sisa Serangan adalah luas tanaman terserang OPT pada periode laporan sebelumnya, yang belum sembuh dikurangi puso dan panen yang dinyatakan dalam hektar.
  19. Luas Tambah Serangan adalah luas tanaman yang baru terserang OPT pada periode pengamatan yang dinyatakan dalam hektar.
  20. Luas Keadaan Serangan adalah luas sisa serangan ditambah dengan luas tambah serangan yang dinyatakan dalam hektar.
  21. Kumulatif Luas Tambah Serangan adalah penjumlahan luas tambah serangan pada setiap periode laporan.
  22. Luas Pengendalian adalah luas tanaman pada lahan terserang OPT yang dikendalikan dengan cara fisik, mekanik, biologis, kimiawi dan kultur-teknis yang dinyatakan dalam hektar.
  23. Eradikasi adalah tindakan pemusnahan terhadap tanaman organisme pengganggu tumbuhan, dan benda lain yang dapat menyebabkan tersebarnya OPT di lokasi tertentu (UU no. 12 tahun 1992).
  24. Eksplosi adalah serangan OPT yang intensitas dan/atau populasinya sangat tinggi, berkembang dan menyebar luas dengan cepat sehingga petani/kelompok tani tidak mampu menanggulanginya.
  25. Areal Waspada OPT dan DPI adalah pertanaman di sekitar areal serangan OPT/terkena DPI dan areal lain yang berpotensi terserang OPT/terkena DPI dengan mempertimbangkan rasio populasi OPT dan musuh alami, ketahanan varietas, umur tanaman, dan faktor lingkungan lainnya.
  26. Kerusakan Mutlak adalah kerusakan tanaman/bagian tanaman yang ditimbulkan oleh serangan OPT sehingga menyebabkan tanaman/bagian tanaman tersebut tidak menghasilkan.
  27. Kerusakan Tidak Mutlak adalah kerusakan tanaman/bagian tanaman yang ditimbulkan oleh serangan OPT tetapi masih dapat menghasilkan.
  28. Dampak Perubahan Iklim (DPI) adalah dampak yang ditimbulkan akibat terjadinya perubahan/variabilitas iklim, antara lain banjir, kekeringan dan serangan OPT.
  29. Kekeringan adalah tidak terpenuhinya kebutuhan air pada fase tertentu yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak optimal sehingga berpotensi menurunkan produkasi tanaman.
  30. Banjir adalah tergenangnya areal pertanaman selama periode pertumbuhan tanaman dengan kedalaman dan jangka waktu tertentu, sehingga berpotensi menurunkan produksi tanaman.
  31. Luas Sisa Kekeringan adalah luas pertanaman yang masih terkena kekeringan pada periode laporan yang telah dikurangi luas pulih dan dinyatakan dalam hektar pada periode laporan tersebut.
  32. Luas Surut adalah luas tanaman yang terkena banjir, pertumbuhannya kembali normal setelah dilakukan tindakan.
  33. Luas Pulih adalah luas tanaman yang terkena kekeringan, pertumbuhannya kembali normal setelah dilakukan tindakan dan/atau turun hujan yang dinyatakan dalam hektar.
  34. Luas Keadaan Banjir adalah luas tambah terkena banjir dikurangi luas surut, sedangkan untuk luas keadaan puso, luas tambah pusa ditambah luas perubahan menjadi puso pada periode yang sama dan dinyatakan dalam hektar.
  35. Luas Keadaan Kekeringan adalah sisa periode sebelumnya di tambah luas tambah, sedangkan untuk luas keadaan puso, luas tambah puso ditambah luas perubahan jadi puso pada periode yang sama dan dinyatakan dalam hektar.
  36. Luas Kumulatif adalah kumulatif luas tambah sesuai dengan perkembangan kerusakan tanaman pada saat pelaporan dan dilaporkan selama 1 tahun anggaran.
  37. Luas Tambah Kekeringan adalah luas kerusakan tanaman akibat kekeringan yang baru terjadi dan belum pernah dilaporakan, yang dinyatakan dalam hektar.
  38. Luas Tambah Banjir adalah luas kerusakan tanaman akibat banjir yang baru terjadi dan belum pernah dilaporkan yang dinyatakan dalam hektar.
  39. Luas Areal Waspada Banjir/Kekeringan adalah areal tanaman di sekitar tanaman yang terkena banjir/kekeringan dan/atau areal lain yang berpotensi terkena banjir atau kekeringan dengan mempertimbangkan kondisi iklim, ketersediaan sumber air, ketahanan varietas dan umur tanaman yang dinyatakan dalam hektar.